Always Share and Build Forever

Proses Pengembangan Perangkat Lunak

Proses Pengembangan Perangkat Lunak

Ketika anda menggunakan dan merasakan kemudahan yang dberikan oleh sebuah perangkat lunak komputer, penahkah anda berpikir bagaimana software tersebut bisa dibuat? Apakah karena anda melihat seorang programmer bekerja dengan hanya duduk mengetikkan kode di depan komputer, lalu anda bisa berkata mengembangkan software itu mudah? Tidak segampang itu teman!!

Tahukah anda mengembangkan sebuah perangkat lunak itu analog dengan membangun sebuah rumah/bangunan. Makanya, baik pengembang perangkat lunak maupun pengembang perumahan sama-sama disebut Developer. Satunya disebut System Developer, satunya lagi Real Estate Developer.

Bicara tentang development (pengembangan), pastinya ada siklus atau tahapan-tahapan yang harus dilewati dalam proses pengembangan tersebut. Berikut ini pemaparan singkat tentang bagaimana sebuah perangkat lunak dikembangkan tak ubahnya seperti membangun sebuah rumah.

Costumer Request/Need

Kebutuhan papan (rumah/tempat tinggal) merupakan kebutuhan primer manusia. Karena kebutuhan ini adalah kebutuhan primer maka setiap orang tentunya rela mengeluarkan pengorbanan untuk memperolehnya (cobalah mengingat kembali pelajaran ekonomi anda di sekolah dulu). Begitu pula dengan perangkat lunak. Microsoft Inc tentunya tidak mau bersusah payah membangun aplikasi sebesar Microsoft Office jika tidak dibutuhkan. Jadi proses pengembangan perangkat lunak itu diawali dari sebuah kebutuhan konsumen akan sebuah perangkat lunak.

Analysis

Ketika akan membangun sebuah perumahan, pengembang real estate biasanya melakukan observasi terhadapa lahan yang akan dibanguni. Hasil observasi ini akan sangat berpengaruh dengan design rumah yang akan dibuat, perkiraan model dan bahan yang diperlukan. Termasuk pula, siapa yang akan menghuni rumah tersebut dan bagaimana selera yang sedang ngetrend saat ini. Begitu pula dalam proses pengembangan perangkat lunak, analisa sangat dibutuhkan untuk mengetahui apa yang sebetulnya dibutuhkan oleh konsumen. Dengan analisa yang mendalam bisa disimpulkan bagaimana batasan-batasan kebutuhan konsumen terhadap perangkat lunak tersebut. Bagi yang sudah terbiasa dengan siklus pengembangan software, akan familiar dengan requirements system. Hasil analisa yang tepat terhadap requirements system, menghasilkan kerangka sistem yang betul-betul sesuai. Jika requirements system tidak bisa dianalisa dengan baik, maka akan proses pengembangan akan mengambang dan tidak jelas arahnya. Anda pasti tahu alasannya mengapa MS Word tidak memiliki fasilitas pemutar video atau sejenisnya.

Design

Sebelum sebuah rumah dibangun terlebih dahulu dibuat designnya. Mulai dari pondasi, kuda-kuda hingga atap dan warna cat yang akan digunakan. Tidak jauh beda dengan software, sebelum dibuat disusun dulu alur – alur logikanya, algoritma yang digunakan lalu diekspresikan dalam sebuah flowchart (jika perlu). Jika menggunakan database maka terlebih dahulu dibuatkan database.

Implementation

Setelah ada design yang jelas, saatnya beraksi membangun rumah yang dinginkan. Sediakan alat dan bahan yang digunakan, dan arahkan para pekerja membangun rumah sesuai dengan yang telah dirancang. Bagi programmer, tahap ini merupakan tahap yang paling mengasikkan. Larut dalam code dan syntax bahasa pemrograman, sungguh mengasyikkan.

Integration

Dalam mengembangkan sebuah software biasanya dibagi dalam beberapa bagian, pada tahap ini, bagian-bagian tersebut diintegrasikan menjadi satu kesatuan yang utuh. Menghubungkan beberapa form atau modul aplikasi, jika menggunakan database, adalah proses mengkoneksikan dengan database, mengkoneksikan dengan report-report yang telah didesain, dan lain-lain. Ketika membangun rumah, berarti pada saat ini anda tinggal memasang atap, memasang pintu, memasang daun jendela dan mengecat temboknya.

Maintenance

Proses ini adalah proses yang sangat melelahkan dan memakan banyak waktu, karena proses maintenance akan selalu berjalan sepanjang sebuah produk baik itu software maupun rumah. Pada fase inilah kita akan mendapat banyak pelajaran berharga dari perilaku user terhadap software yang dibuat. Umpan balik dari user akan sangat berharga dalam melaksanakan proyek-proyek pengembangan software lainnya di masa yang akan datang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s