Always Share and Build Forever

Memasang Harddisk Baru

Memasang Harddisk Baru

Barikan PC Anda ruang nafas yang lega dengan memasang harddisk baru.

Jadi, Anda telah memeriksa seluruh sistem dan menghilangkan semua data yang tidak diinginkan. Namun, harddisk masih saja penuh dan menyebabkan performa PC Anda turun secara signifikan. Sekarang waktunya untuk meng-upgrade sistem Anda dengan memasang harddisk kedua.

Pertama, tanyakan kepada diri sendiri apakah Anda menginginkan harddisk internal, atau harddisk eksternal lebih sesuai dengan kebutuhan Anda? Harddisk yang bisa langsung dibawa akan lebih nyaman tetapi Anda harus membayar lebih untuk fleksibilitas tersebut. Mereka juga lebih lambat dibandingkan saudara mereka yang internal. Di sini kita akan mencari harddisk internal, yang lebih murah.

PC desktop dilengkapi dengan harddisk 3,5 inci, yang menggunakan interface IDE atau yang lebih baru serial ATA (SATA) untuk koneksi ke motherboard. Semua motherboard mempunyai interface IDE; motherboard yang dibuat tiga tahun terakhir sudah dilengkapi dengan interface SATA. Harddisk yang menggunakan teknologi terbaru lebih canggih dan lebih mudah dipasang. Jika memungkinkan beli harddisk SATA. Perlu diingat bahwa Anda akan membutuhkan koneksi power SATA. Jika tidak ada, Anda harus membeli SATA-IDE/ATAPI converter atau tetap menggunakan harddisk IDE.

Penyimpanan Maksimum

Beli kapasitas paling besar yang Anda mampu. Harddisk 500 GB seperti Maxtor Maxline Pro (sekitar 2,6 juta) mungkin masih terlalu mahal sekarang, tetapi paling tidak Anda akan mempunyai ruang penyimpan yang cukup untuk beberapa tahun. Sebaliknya, jika memasang harddisk 40 GB, maka Anda akan mencari-cari ruang yang tersisa dalam enam bulan. Harddisk 250 GB merupakan pilihan yang cocok antara harga dan kapasitas, di mana harganya hanya sekitar 800 ribu.

Jangan lupa untuk melihat cache harddisk. Ini merupakan sejumlah memory yang digunakan untuk menyimpan data sebelum dikirim ke penerima. Semakin besar cache maka semakin baik. Anda akan menemukan cache 16 MB pada harddisk terbaru, sementara cache 8 MB bisa Anda temukan pada harddisk pertengahan.

Konfigurasi Jumper

Dilengkapi dengan tali antistatis, matikan PC Anda, cabut kabel dari outlet listrik dan buka tutup casing. Jika Anda menginstalasi harddisk IDE bersama dengan harddisk eksisting, maka Anda harus mengkonfigurasi jumper pada kedua harddisk supaya yang lama sebagai Master dan harddisk yang baru sebagai Slave. Dengan demikian, Anda bisa menghubungkan kedua harddisk pada kabel yang sama. Setting jumper bisa Anda lihat pada label harddisk.

Master or Single Drive – Gunakan setting ini jika hanya ada satu harddisk pada kabel interface ATA. Drive is Slave – Gunakan setting ini jika harddisk adalah drive tambahan pada kabel dan harddisk yang pertama diset sebagai Master. Master with non-ATA compatible drive – Gunakan setting ini jika drive Master adalah CD-ROM, tape drive atau drive non-ATA lainnya. Sebaiknya pasang CD-ROM dan produk non-harddisk pada channel ATA kedua.

Cable – Select Option (Default) – Gunakan dengan kabel Ultra ATA. Ini memungkinkan kabel memilih apakah harddisk sebagai master atau slave berdasarkan posisi kabel. Drive master ada di konektor hitam di ujung kabel, drive slave dan host adapter terhubung ke konektor biru di ujung kabel yang satunya.

Limit Capacity Options – Opsi ini mungkin dibutuhkan jika sistem yang diinstalasi tidak mendukung kapasitas harddisk secara penuh. Jika jumper pembatas kapasitas terpasang, Anda harus menggunakan program drive overlay seperti Disc Wizard Starter Edition.

Instalasi dan Power

Rel, tempat harddisk atau baut semua digunakan untuk menjaga harddisk tetap di tempatnya. Anda harus menginstalasi harddisk baru di dekat harddisk utama karena Anda harus menghubungkan mereka bersama jika model IDE. Pada waktu memberi power ke harddisk, Anda mungkin perlu memasang SATA – IDE/ATAPI converter jika ingin memasang harddisk SATA.

Memasang Kabel Data

Instalasi perangkat SATA sedikit berbeda dengan perangkat IDE karena koneksi SATA point-to-point. Anda harus bisa mengofigurasi satu perangkat per port (IDE memungkinkan dua perangkat per port dengan menggunakan master/slave). Jadi, menginstalasi perangkat SATA lebih mudah dibanding menginstalasi perangkat IDE: hubungkan ujung kabel SATA ke port (biasanya ada di motherboard) dan ujungnya yang satunya lagi ke perangkat yang ingin Anda pasang (misalnya harddisk). Karena konektor sudah ditandai, maka posisinya tidak akan salah.

SATA juga menggunakan konektor power baru yang terdiri dari 15-pin. Konektor ini diambil dari standar ATX12V 1,3. Jadi jika komputer Anda mempunyai power supply ATX12V 1,3 atau lebih tinggi, maka sudah dilengkapi dengan konektor tersebut. Meskipun konektor yang digunakan terdiri dari 15-pin, koneksi power hanya menggunakan lima kabel (satu +12V, satu +5V, satu +3,3V dan dua ground).

Beberapa harddisk SATA masih menggunakan power lama yang terdiri dari 4-pin, yang digunakan jika Anda menginstalasi harddisk pada komputer yang menggunakan power supply ATX12V dibawah standar 1,3. Anda harus menggunakan konektor ini, jika power supply Anda tidak menyediakan kabel power SATA.

Jadi menginstalasi harddisk SATA lebih sederhana: cukup hubungkan kabel SATA dan kabel power. Untuk harddisk IDE, Anda harus menghubungkan kedua harddisk ke kabel yang sama. Kabel mempunyai konektor di kedua ujung dan satu di tengah sehingga Anda bisa melakukan itu. Master harus ada di ujung dan Slave harus ada di tengah. Sekarang tutup casing.

Persiapkan Harddisk

Boot ke dalam Windows, dan klik Start, Setting, Control Panel. Klik ganda Computer Management, klik Storage dan Disc Management. Klik kanan drive yang baru dan pilih Initiliase. Selanjutnya klik kanan dan pilih Format.

Harddisk yang Lebih Cepat

Meningkatkan performa PC secara signifikan bisa dilakukan dengan melakukan perubahan ke harddisk Anda. Meskipun CPU dan memory juga berperan, Anda tidak akan mendapatkan yang terbaik dari sistem jika harddisk Anda tidak optimal.

Ada sejumlah setting yang bisa Anda ubah dan kita akan mulai dengan melihat sistem file yang digunakan oleh harddisk Anda. Ini akan menentukan bagaimana file Anda dinamai, disimpan, dan diatur. Jika PC Anda sejak awal menggunakan Windows XP, maka kemungkinan besar Anda akan menggunakan NTFS.

Namun, jika Anda upgrade ke Windows XP, maka ada kemungkinan Anda masih menggunakan FAT atau FAT32. Cara mudah untuk mengecek hal ini adalah dengan menyorot drive C: pada My Computer dan lihat informasi di bagian Details.

NTFS berbeda dengan sistem file lain dalam hal fitur yang didukung seperti hak akses file dan folder, enkripsi, dan privasi. Selain itu, cara pengaturan data pada harddisk dimaksudkan supaya Anda bisa menerima informasi dengan cepat dibanding kondisi biasa.

Mengubah ke NTFS bisa dilakukan pada Windows XP tanpa harus kehilangan data. Untuk melakukannya, klik Start, Run, ketik CMD dan tekan [Enter]. Pada command prompt ketik conver c:/fs:ntfs dan tekan [Enter] (di mana ‘c’ adalah huruf drive yang ingin Anda ubah). Proses dimulai pada waktu PC anda restart, dimana utility Check Disc akan berjalan dan PC Anda akan reboot dua kali.

Teknologi Harddisk

Windows XP berasumsi bahwa Anda mempunyai beberapa harddisk yang terinstalasi pada kedua channel IDE. Ini bisa memperlambat proses startup karena operating system mencoba mencari item tersebut. Jika Anda hanya punya satu harddisk dan satu drive CD/DVD, maka Anda bisa mengonfigurasi setting supaya tidak deteksi otomatis tidak dilakukan.

Untuk melakukannya, bukan Control Panel, System, pilih tab Hardware, dan kemudian klik Device Manager. Buka IDE/ATAPI controllers, klik kanan Primary IDE Channel dan kemudian pilih tab Advanced Settings. Dibawah Device 0, Device Type akan berwarna abu-abu karena di situlah harddisk Anda terpasang.

Sekarang, pada Device 1, Device Type diset ke Auto Detection dan karena tidak ada perangkat lain yang terpasang ke channel ini, maka waktu akan terbuang pada waktu startup. Oleh karena itu, klik box dan set ke None. Lakukan langkah yang sama untuk Secondary IDE Channel jika hanya ada satu perangkat yang terpasang.

Paging File

Anda bisa mempercepat harddisk utama, memperbaiki waktu pencarian dan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk menerima informasi dengan memasang harddisk baru. Selain bertambahnya kapasitas penyimpanan, Anda bisa memindahkan paging file ke harddisk yang baru dan mengurangi aktivitas pada harddisk Windows. Paging file merupakan bagian buffer pada waktu memory yang biasa sibuk.

Memindahkannya tidak sulit: buka System Properties dan pilih tab Advanced. Klik Setting di bawah Performance, pilih tab Advanced dan kemudian klik Change. Ubah lokasi paging file dengan memilih huruf drive harddisk yang baru. Set ukuran paging file dengan memilih “System managed size”.

Tips

  • Jika harddisk Anda hampir penuh, maka waktu responnya akan lambat. Pertama gunakan tool Disk Cleanup untuk menghapus file lama dan mengompresi file yang ingin Anda simpan. Setelah melakukannya, hapus aplikasi yang tidak diinginkan dengan menggunakan Add or Remove Programs.
  • Defrag harddisk secara rutin, terutama jika Anda baru melakukan pembersihan besar-besaran. Anda akan merasakan peningkatan setelah itu selesai dilakukan. Defrag akan mengurutkan ulang data pada harddisk, menempatkan blok data secara berdampingan, dan mempercepat waktu pencarian.
  • Pindahkan folder print spool ke drive lain untuk mempercepat pencetakan. Buat folder baru pada drive lain. Buka Printer and Faxes pada Control Panel, klik File, Server Properties, pilih tab Advanced, dan kemudian ada folder Spool masukkan lokasi yang baru.
  • Write caching memungkin data ditulis ke cache dan disimpan di harddisk pada waktu idle. Pada Device Manager klik kanan harddisk Anda dan pilih Properties. Pilih tab Properties dan klik “Enable write caching on the disk”.
  • Pengindeksan harddisk mempercepat waktu pencarian, tetapi jika dilakukan beberapa pencarian, maka harddisk akan menjadi lambat dan mempengaruhi pekerjaan yang lain. Pada My Computer, klik kanan drive C:, pilih Properties. Hilangkan tanda centang (√) pada ‘Allow Indexing Sercive….”.
  • Percepat waktu startup dengan mengurangi beban yang diberikan ke harddisk. Gunakan System Configuration utility (msconfig) untuk menghapus item yang tidak dibutuhkan pada startup, tetapi biarkan program penting seperti antivirus.

Bisakah Komputer Saya Menggunakan Harddisk SATA?

Anda bisa meningkatkan performa PC dengan menggunakan harddisk yang memakai teknologi SATA. Sepanjang motherboard Anda mempunyai konektor SATA, maka Anda bisa mengubah harddisk IDE/ATA eksisting ke harddisk SATA. Jika motherboard Anda tidak mempunyai konektor SATA, Anda bisa menginstalasi PCI SATA dan memasang harddisk yang baru disitu.

Dengan menggunakan konektor serial yang lebih tipis dibanding kabel IDE biasa, kecepatan transfer data akan meningkat secara signifikan. Selain itu, dengan kabel yang lebih besar pendinginan dan aliran udara di dalam casing akan lebih baik yang pada akhirnya akan membantu meningkatkan performa keseluruhan.

Jika menggunakan IDE/SATA, ada konfigurasi yang bisa Anda cek untuk memastikan bahwa Anda mendapat performa yang terbaik dari harddisk. Dari Control Panel buka System Properties, pilih tab Hardware dan klik Device Manager. Dari daftar hardware cari IDE ATA/ATAPI controller, dan klik untuk mengekspansi tree. Klik kanan Primary IDE Channel dan pilih Properties. Klik tab Advanced Settings dan di bawah Device 0 dan Device 1 pastikan Transfer Mode diset ke ‘DMA if available’. Selanjutnya klik OK. Lakukan langkah yang sama untuk Secondary IDE Channel dan pastikan juga diset ke DMA.

Troubleshooting Harddisk

Harddisk SATA

1. Jika harddisk Anda tidak bekerja dengan baik, tips troubleshooting berikut mungkin bisa membantu menyelesaikan masalah.

2. Apakah drive berputar? Drive yang berputar menghasilkan dengungan dan bunyi klik. Jika harddisk tidak berputar, cek konektor power dan kabel interface sudah terpasang dengan baik.

3. Apakah harddisk dikenali oleh komputer? Periksa apakah harddisk sudah di-enable di CMOS sistem atau program setup. Jika belum, pilih option-auto-detect dan jalankan. Jika harddisk Anda bermasalah, maka mungkin tidak akan dikenali oleh sistem. Jika operating system tidak mengenali harddisk, maka Anda harus me-load driver adapter.

4. Apakah harddisk terdeteksi oleh FDISK? Jalankan program FDISK yang ada di disket startup Windows. Ketik fdisk/status untuk memastikan bahwa harddisk eksis dan dikenali oleh sistem.

5. Apakah menurut Scandisk harddisk bebas kerusakan? Scandisk merupakan ultiliti yang ada di disket startup Windows yang memeriksa harddisk apakah ada kerusakan. Jika ada kerusakan, maka itu bisa menjadi masalah.

6. Apakah komputer hang pada waktu startup? Periksa apakah sistem Anda kompatibel dengan Serial ATA, Anda perlu konektor motherboard yang kompatibel dengan Serial ATA 1.0 atau adapter Serial ATA untuk menggunakan harddisk SATA.

Harddisk IDE

1. Apakah harddisk berputar? Jika tidak berputar, cek apakah konektor power dan kabel interface sudah terpasang dengan baik.

2. Apakah harddisk dikenali oleh komputer? Periksa apakah drive sudah di-enable di CMOS. Jika belum pilih option auto detect.

3. Apakah harddisk terdeteksi FDISK? Jalankan program FDISK dengan fdisk/status untuk memastikan drive eksis.

4. Apakah menurut Scandisk harddisk bebas kerusakan? Jika ditemukan ada kerusakan, maka itu menjadi masalah.

5. Apakah kapasitas maksium harddisk terlihat? Pastikan BIOS melakukan auto-detect dan LBA mode di-enable. Jika BIOS mempunyai limitasi, maka Anda perlu menggunakan Drive Overlay seperti DiscWizard Starter Edition.

About these ads

6 responses

  1. Reza

    Terimakasih mas untuk artikelnya sangat membantu untuk saya yg newbe ini..maju terus blog ini..

    April 6, 2011 at 12:01 pm

    • AMIEN…….mohon doa nya ya….^_^

      November 12, 2011 at 7:28 am

  2. antok

    mohon bantuanya : kalau mengunakan 2 hardisk dengan ATA sebagai master ( untuk menjalankan sistem window)/Booting awal dan hardisk SATA utk slave (hanya utk data) , mensettingnya dari mana ?…tmks

    June 29, 2011 at 1:51 am

    • Settingnganya ada pada bios mas…….

      November 12, 2011 at 7:28 am

  3. tiko

    thanks for your information, good one

    July 23, 2011 at 2:57 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.